Senja itu kayak reminder alam: semua yang indah pasti berlalu. Tapi kenapa ya, kadang kita masih aja nungguin sesuatu yang jelas-jelas udah pergi? Kayak nge-refresh chat lama, atau ngebayangin ‘what if’ yang sebenernya udah nggak relevan. Nah, puisi ‘Senja Tak Pernah Pulang’ buat lo yang pernah (atau masih) ngerasain itu, nahan rindu sama cerita yang tamatnya nggak jelas. Gamon? Iya. Sedih? Sedikit. Tapi yang pasti, lo nggak sendirian. Jadi, sambil dengerin lagu melancholic favoritmu, yuk scroll pelan-pelan…
Senja Tak Pernah Pulang
Senja datang dengan langkah perlahan,
Menyapa langit yang mulai kelabu,
Aku berdiri di ujung harapan,
Menunggu jawab dari waktu yang beku.
Angin berbisik di sela dedaunan,
Seperti suara yang dulu kau kirim,
Namun kini hanya bayang kenangan,
Yang tak pernah benar-benar intim.
Langit jingga jadi saksi bisu,
Tentang hati yang tak kunjung reda,
Kisah kita memang sudah berlalu,
Tapi rasanya masih ada di dada.
Burung pulang ke sarangnya tenang,
Sementara aku masih di sini,
Menanti sesuatu yang tak pernah datang,
Seperti senja yang ingkar janji.
Laut pun tahu kapan harus pasrah,
Saat ombak tak lagi menyapa,
Tapi aku tetap keras kepala,
Menunggu cinta yang tak pernah nyata.
Kabut turun menyelimuti rindu,
Menyamarkan luka yang tak terucap,
Hatiku masih menyimpan satu buku,
Halamanmu tak pernah bisa kututup rapat.
Bunga layu di taman kenangan,
Warnanya pudar seperti harapan,
Namun aku tetap menyiram perasaan,
Meski tahu tak akan tumbuh jawaban.
Mentari tenggelam di balik bukit,
Membawa serta bayangmu yang samar,
Aku masih di sini, tak sedikit bergelit,
Dengan rasa yang tak pernah kau sadar.
Langkahmu hilang di lorong waktu,
Tapi jejakmu tertinggal di pikiranku,
Aku menulis namamu di awan biru,
Meski hujan selalu menghapusnya dulu.
Senja tak pernah benar-benar pulang,
Ia hanya mampir lalu menghilang,
Seperti kamu yang datang membawa terang,
Lalu pergi tanpa pesan yang tenang.
Aku bicara pada bintang malam,
Tentang cinta yang tak pernah selesai,
Mereka diam, hanya berkedip pelan,
Seolah tahu aku tak akan baik-baik saja.
Rerumputan pun mulai lelah tumbuh,
Di tanah yang tak lagi subur oleh harap,
Aku pun mulai lelah menunggu,
Tapi hati belum bisa benar-benar lepas.
Langit berubah jadi kelam pekat,
Tanda malam telah menelan senja,
Namun aku tetap menatap lekat,
Mencari bayangmu di antara cahaya.
Aku tahu kisah ini sudah usai,
Tapi hatiku belum bisa mengaku,
Bahwa kamu bukan lagi yang kutemui,
Di setiap senja yang kutunggu-tunggu.
Senja tak pernah pulang padaku,
Seperti kamu yang tak pernah kembali,
Tapi aku tetap menunggu waktu,
Yang mungkin bisa menyembuhkan hati.
Makna Puisi
Puisi ini nangkep perasaan orang yang masih stuck nungguin sesuatu yang sebenernya udah tamat. Dia nunggu jawaban dari kisah cinta yang udah beres, tapi hatinya nggak mau nerima. Senja dipake buat lambang harapan indah yang terus ngilang. Semua elemen alam—angin, laut, bunga, langit, bintang, seperti jadi cerminan perasaan manusia: rindu, kecewa, pengen nolak kenyataan, tapi tetep aja berharap.
Tiap bait punya alunan kalem tapi dalem, kayak luka yang nggak keliatan tapi sakitnya nyesek. Ada majas personifikasi, metafora, sama simbolisme yang bikin puisi ini hidup. “Senja yang nggak pulang” itu ibarat orang yang pernah kasih kehangatan, tapi pergi tanpa kabar. Meski semua tanda udah jelas, hati tetap bandel, tetep nunggu, tetep berandai-andai.
Puisi ini relate banget buat lo yang masih susah move on, bukan karena nggak mau, tapi karena belum siap. Kadang kita tau jawabannya, tapi hati belum bisa nerima. Dan gapapa, kok. Santai aja, pelan-pelan.
Hal tersulit itu bukan melupakan, tapi ngakuin bahwa ceritanya emang udah tamat. Kita bisa nunggu lama banget, berharap ada satu chat, satu alasan, satu penutupan. Tapi nyatanya, nggak semua hal punya ending yang jelas. Dan itu nggak bikin lo lemah, itu bikin lo manusia.
Kalau lo ngerasa kayak puisi ini, inget: lo nggak sendirian. Banyak hati yang juga masih ngerem. Tapi pelan-pelan, lo bisa balik ke diri lo sendiri. Karena senja mungkin nggak pernah balik, tapi lo bisa. 🌅
Siap-siap ya, puisi berikutnya bakal makin dalam dan makin nyentuh! 🌙
Jangan ke mana-mana, karena luka-luka hati punya cerita yang belum selesai. Stay tune, biar nggak ketinggalan bait-bait yang bisa jadi cermin perasaanmu di Bintang Senja 💌